So...sorry
Akhir2 ini banyak berita sedih di keseharian kita. Mulai dari polio yang katanya berasal dari timur-tengah, busung lapar yang terjadi hampir serentak dan merata di tanah air, imunisasi polio yang akhirnya banyak mengakibatkan kematian tidak lama setelah pemberiannya.
Yang terakhir itu...bikin kuatir. Bukannya kami gak menghargai effort pemerintah memberantas polio. Bukannya kami gak suka dengan kata "wajib" itu. Bukan juga karena kami ngga' punya waktu untuk antar buah hati kami ke posyandu (lama2 yas bicara kaya pok minahnya bajaj bajuri :P). Fatih itu sudah 3 kali imunisasi polio sebelum yang tgl 31 mei kemarin, terpaksa kami ikut imunisasi itu karena tidak boleh menolak tanpa surat resmi dari dokter. Alhamdulillah tidak ada apa2, Fatih sehat...sampai sekarangpun masih lincah :)
Kami berdua pikir, imunisasi yang berlebih tidak akan memberikan efek lebih (kecuali kematian yang diakibatkan waktu imunisasi si balita sedang tidak sehat).
Hari sabtu kemarin kami memutuskan untuk ke dokter dan meminta surat agar Fatih bisa tidak mengikuti imunisasi polio nasional yang ke-dua. Dokter sudah bilang tidak apa2 ikut, tidak ikutpun juga tidak apa2 karena fatih sudah imunisasi polio 4 kali...itu hak orangtua katanya.
Jadi kami memutuskan untuk tidak mengikuti program pemerintah itu. Empat kali...rasanya sudah cukup, berturut2 pula. Mudah2an keputusan kami tidak salah :)
NB: postingan ini untuk memenuhi keinginan seorang teman yang berteriak2 "yas...update blognya dong, udah basiii!!!" jadi salahkan dia kalo blog yas ini jadi cerita kaya gini. Soalnya memang cuma cerita ini yang terpikir dan mau disharing.
Buat temen2 yang dah ngucapin selamat ulang taun, baik online maupun offline :D Terimakasih banyak...doanya sangat berarti, semoga terwujud.
Buat temen2 yang dah bolak-balik datang ke halaman biru ini dan menemukannya masih dengan menu yang lama...maaf ya, baru sekarang bisa sajikan yang baru. Mudah2an postingan ini bukan jadi provokasi...it's truely just sharing ;)
Last but not least..semoga musibah yang menimpa banyak balita di indonesia berakhir, sudah cukup!! jangan mereka yang jadi korban, mudah2an mereka bisa jadi ladang intropeksi buat generasi bapak2 dan ibu2nya. Amiiin
